
Rimbawan Muda Ditempa di Kaki Gunung Welirang
Kabut pagi masih menggantung rendah di lereng Claket, Pacet, saat langkah-langkah kecil para rimbawan muda mulai menapaki jejak ilmu di balik pepohonan. Di sinilah, pada Sabtu, 12 April 2025, sebanyak
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #bbksda(723 artikel ditemukan)

Kabut pagi masih menggantung rendah di lereng Claket, Pacet, saat langkah-langkah kecil para rimbawan muda mulai menapaki jejak ilmu di balik pepohonan. Di sinilah, pada Sabtu, 12 April 2025, sebanyak

Di bawah naungan langit yang cerah, suara alam menggema lembut di balik pepohonan kawasan Cagar Alam (CA) Janggangan II, Desa Pakel, Kecamatan Licin. Pada Jumat, 11 April 2025, tim gabungan dari Resor

Setelah berbulan-bulan dirawat penuh kasih dalam masa karantina dan rehabilitasi, dua individu Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea abbotti) akhirnya menyentuh kembali kebebasan. Mereka kini

Di tengah hiruk-pikuk kawasan permukiman modern Juanda Regency, Sidoarjo, seekor Ular Sanca Kembang (Malayopython reticulatus) muncul dari belantara kecil yang tersisa. Bukan sebagai ancaman, melainka

Dering ponsel berseru, bukan panggilan dari belahan jiwa, namun panggilan untuk menyelamatkan yang tak bisa bersuara. Di tengah padatnya aktivitas kota Gresik, sebuah aksi kolaboratif antara UPT. Pema

Dibalik debur gelombang Samudra Hindia dan bayang-bayang Suaka Margasatwa Pulau Nusa Barung, kehidupan terus menemukan jalannya. Pada 7 April 2025, tim Resor Konservasi Wilayah 14 Jember dari Balai Be

Di antara nisan tua dan lantai pabrik yang berdebu, dua makhluk asing dari rimba jauh terdampar. Seekor siamang jantan, primata bersuara nyaring dari hutan hujan Sumatera, ditemukan lemas di pemakaman

Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang atau yang lebih dikenal dengan Gunung Argopuro, akhirnya kembali membuka akses pendakian kepada publik per 8 April 2025. Setelah dua bulan di tutup sementara, seb

Mentari pagi menyapu lereng Ijen, menyinari barisan manusia yang bergerak dengan tekad. Di tengah aroma kabut pegunungan, sekitar 80 peserta Ijen Rijik yang terdiri dari anggota Resort Konservasi Wila