Type to search

Berita

Ijen Rijik, Silaturahmi di Kawah Ijen, Bersihkan Hati, Lestarikan Alam

Share

Mentari pagi menyapu lereng Ijen, menyinari barisan manusia yang bergerak dengan tekad. Di tengah aroma kabut pegunungan, sekitar 80 peserta Ijen Rijik yang terdiri dari anggota Resort Konservasi Wilayah 15 Kawah Ijen bersama para pelaku wisata, memulai ritual bulanan yang lebih dari sekadar pembersihan. Jumat, 4 April 2025, bertepatan dengan cuti bersama Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri 1446 H, mereka tak hanya memungut jejak sampah yang tertinggal di jalur pendakian, tetapi juga menguatkan ikatan sebagai sesama penjaga alam.

Dengan tangan-tangan yang saling membantu, mereka menyusuri jalur berdebu, mengumpulkan sisa-sisa peradaban yang tak semestinya ada dirumah api biru. Satu per satu, kantong sampah terisi penuh, bukti kesungguhan menjaga ekosistem dari jejak yang tak bertanggung jawab.

Namun, lebih dari itu, Ijen Rijik kali ini bukan sekadar membersihkan kawasan, ini adalah tentang membersihkan hati. Di bawah bayang-bayang pepohonan, di antara bebatuan kawah yang kokoh, ada kesadaran yang tumbuh. Sebagaimana sampah mengotori alam, begitu pula ego, prasangka, dan kesalahan masa lalu bisa mengotori hati. Di momen Idul Fitri yang suci, langkah mereka bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga untuk keikhlasan. Membersihkan sampah, sekaligus menyapu ego, mempererat silaturahmi untuk menguatkan ekosistem di kawah ijen.

Di sela-sela keringat yang menetes dan napas yang memburu, terdengar ucapan selamat Idul Fitri. Jabat tangan erat mengalir di antara sesama pejuang lingkungan. Perbedaan latar belakang melebur dalam satu semangat. Merawat Kawah Ijen, menjaga warisan alam yang tak ternilai.

Saat hari beranjak siang dan punggung mulai terasa lelah, mereka menatap kawah yang kini lebih bersih. Di bawah langit biru, mereka tahu, warisan ini bukan sekadar untuk hari ini, tapi untuk generasi yang akan datang. Seperti lingkungan kawah ijen yang kembali bersih, hati mereka pun kini lebih lapang untuk mengawali hal-hal baik selanjutnya.

Sumber : Fajar Dwi Nur Aji, Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda pada Balai Besar KSDA Jawa Timur

Tags:

You Might also Like