
Gunung Argopuro Segera Dibuka
Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang atau Gunung Argopuro segera dibuka kembali untuk kegiatan wisata alam, pendakian, dan penelitian mulai 1 Mei 2024, melalui pintu Baderan. Hal tersebut berdasarkan
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #dataran-tinggi-yang(27 artikel ditemukan)

Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang atau Gunung Argopuro segera dibuka kembali untuk kegiatan wisata alam, pendakian, dan penelitian mulai 1 Mei 2024, melalui pintu Baderan. Hal tersebut berdasarkan

Kebakaran hutan melanda Kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang terletak di 4 kabupaten, masing-masing Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso. Untuk

Mendengar informasi dari pendaki turun bahwa ada kepulan asap dari gunung Argopuro, sontak membuat Syamsul Arifin, personil Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Resort Konservasi Wilayah (RKW) 23 Argopuro se

Direktur Jenderal KSDAE, Ir. Wiratno, M.Sc. meminta kepada BBKSDA Jatim dan pihak mitra untuk saling bersinergi dan memiliki hubungan yang baik. Agar pembinaan dapat berlangsung dengan baik. “Mitra ha

Selama mengikuti Road to HKAN 2019 di Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang, 5 – 9 Juli 2019 yang lalu, salah satu rute favoritku saat menyusuri hutan lumut Gunung Argopuro. Kenapa? Karena selama perja

Saat mengikuti Jelajah Konservasi di Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang beberapa waktu yang lalu, satu hal yang mengusik pikiran saya bagaimana kalau pingin pipis? Pingin pup? Tapi, ah sudahlah, cue

Menyambut Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang akan diadakan di Taman Wisata Alam Muka Kuning – Batam 6 – 8 Agustus 2019 mendatang, Balai Besar KSDA Jawa Timur gelar Jelajah Konservasi. Kegiatan

Menjelang peluncuran aplikasi pemesanan tiket secara online di 4 kawasan konservasi pada April 2019 mendatang, Balai Besar KSDA Jatim gelar pelatihan bagi administrator dan operator aplikasi tersebut.

Elang Jawa atau Nisaetus bartelsi telah menjadi Satwa Nasional, karena kemiripannya dengan burung Garuda, simbol negara Indonesia, juga karena kelangkaannya. Hal itu termuat dalam Keputusan Presiden