
Pulau Bawean, Menanam Pengetahuan, Bukan Kopi
Rencana penanaman bibit kopi di kawasan Blok Teneden, Suaka Margasatwa (SM) Pulau Bawean, akhirnya tidak dilanjutkan. Keputusan itu lahir setelah tim RKW 9 Gresik–Bawean melakukan koordinasi dengan Pe
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #bbksdajatim(536 artikel ditemukan)

Rencana penanaman bibit kopi di kawasan Blok Teneden, Suaka Margasatwa (SM) Pulau Bawean, akhirnya tidak dilanjutkan. Keputusan itu lahir setelah tim RKW 9 Gresik–Bawean melakukan koordinasi dengan Pe

Sidoarjo, 5 Januari 2025. Di banyak sudut Jawa Timur, alam masih bekerja tanpa suara, pepohonan menjaga air, mangrove menahan abrasi, dan satwa liar bergerak menjaga keseimbangan ekosistem. Namun, di

Sidoarjo, 2 Januari 2026. Di tengah cuaca yang semakin tidak menentu, hujan yang datang terlambat, suhu yang naik perlahan namun pasti, dan hutan-hutan Jawa Timur berdiri seperti cermin. Ia memantulka

Sidoarjo, 31 Desember 2025. Di berbagai penjuru Jawa Timur, alam memberi tanda-tanda yang tak selalu kita pahami. Di pesisir, tukik-tukik kecil bergegas menuju gelombang pertama dalam hidupnya. Di tep

Balai Besar KSDA Jawa Timur menerima penyerahan satu individu Musang Pandan (Paradoxurus hermaphroditus) di Kantor Resort Konservasi Wilayah 18 Malang Raya dan CA Pulau Sempu, 30 Desember 2025. Satwa

Di terjalnya lereng Suaka Margasatwa Pulau Bawean, sebuah pohon raksasa tiba-tiba rebah. Batangnya melintang sepanjang hampir lima belas meter, diameternya setara pelukan beberapa orang dewasa. Bagi

Di garis pasir Pantai Bajulmati, Malang, 148 tukik perlahan merayap menuju ombak pertama dalam hidupnya. Sebanyak 96 tukik Penyu Hijau (Chelonia mydas) dan 52 tukik Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea

Di balik tenangnya permukaan Selat Bali, ada pekerjaan sunyi yang jarang terlihat publik. Pada 22–24 Desember 2025, Balai Besar KSDA Jawa Timur melalui Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi, melakukan pemer

Di penghujung Desember, ketika mentari mulai mengintip di sela di dedaunan kawasan hutan rakyat Desa Tawangarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, sebuah laporan warga mengalir ke Balai Besar KSDA