
Jawa Timur Punya Cagar Biosfer
Usaha untuk tetap menjaga keanekaragaman hayati untuk kemanfaatan masyarakat sekitar memang selayaknya dipertahankan. Dua cagar biosfer Indonesia yakni Bromo-Tengger-Semeru-Arjuno di Jawa Timur dan T
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: di kategori Artikel(319 artikel ditemukan)

Usaha untuk tetap menjaga keanekaragaman hayati untuk kemanfaatan masyarakat sekitar memang selayaknya dipertahankan. Dua cagar biosfer Indonesia yakni Bromo-Tengger-Semeru-Arjuno di Jawa Timur dan T

Indonesia dikaruniai keragaman spesies burung melimpah yang di saat bersamaan, masyarakatnya juga memiliki tradisi memelihara burung yang sangat berakar. Berdasarkan data Burung Indonesia 2014, Indon

Badak sumatera adalah spesies mamalia besar yang paling terancam punah dan hanya ditemukan di beberapa kantong habitat di Sumatera dan Kalimantan. Di pulau Sumatera, Badak sumatera (Dicerorhinus suma

Kesadaran pengunjung yang lemah ditambah sarana dan prasarana yang sangat kurang, membuat taman nasional dan gunung-gunung kini menjadi tempat pembuangan sampah. Botol plastik dan bungkus plastik

Lutung-lutung yang dulunya merupakan penghuni Kebun Binatang Howletts Inggris dilepasliarkan oleh Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa, Javan Langur Center (JLC), bekerja sama dengan The Aspinall Foundatio

Penyu merupakan salah satu reptil purba yang mampu beradaptasi hingga sekarang. Karena itulah, satwa kharismatik ini sering disebut sebagai fosil hidup. Bukan hanya fakta itu saja yang membuat penyu

Kura-kura unik ini merupakan satwa yang hanya dapat ditemukan di lahan basah Pulau Rote, sebuah pulau kecil seluas 97.854 hektar di ujung selatan Indonesia. Jaraknya sekitar 20 km dari barat daya Pul

Dalam satu dekade dari sekarang diperkirakan kawasan-kawasan tropis di dunia akan menghadapi dampak perubahan iklim yang parah dan jauh lebih awal dibandingkan kawasan Arktik dan lainnya. Hal ini ter

Secara tidak sadar, gaya hidup manusia modern selama ini ternyata menyumbang naiknya emisi Gas Rumah Kaca yang menyebabkan suhu rata-rata permukaan bumi menjadi lebih hangat atau yang biasa kita keta