
Dampak Perubahan Iklim yang Terabaikan
Secara tidak sadar, gaya hidup manusia modern selama ini ternyata menyumbang naiknya emisi Gas Rumah Kaca yang menyebabkan suhu rata-rata permukaan bumi menjadi lebih hangat atau yang biasa kita keta
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: di kategori Artikel(311 artikel ditemukan)

Secara tidak sadar, gaya hidup manusia modern selama ini ternyata menyumbang naiknya emisi Gas Rumah Kaca yang menyebabkan suhu rata-rata permukaan bumi menjadi lebih hangat atau yang biasa kita keta

Kakatua bukanlah nama burung yang asing di telinga kita. Selain memiliki penampilan fisik yang menarik, kakatua juga memiliki warna bulu dominan putih atau hitam yang dengan mudah kita tandai. Namany

Seperti menjadi pemandangan yang jama, saat melakukan pendakian gunung di Indonesia kerap dijumpai tumpukan sampah. Saat ini, masalah sampah sudah menjadi masalah tersendiri yang muncul dari meningka

Merak hijau (Pavo muticus), atau dalam Bahasa Inggris disebut Green Peafowl merupakan jenis burung yang memiliki keindahan tiada tara. Ekornya yang panjang bagai kipas menambah kesempurnaan tampilan

Bagi para pengunjung Kawah Ijen bisa jadi banyak yang belum mengerti bahwa kawasan konservasi Kawah Ijen terbagi atas dua kawasan. Yang pertama Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen dan yang kedua adala

Rimbawan yang satu ini memang luar biasa, Andik Prawirareja (72) alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA) Bogor tahun 1964, demi membuktikan bahwa “Rimbawan Ada Dimana – Mana” beliau rela bersep

Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia atau Foksi mengemukakan seharusnya merak hijau menjadi identitas atau ikon Jawa Timur, bukannya ayam bekisar. "Merak hijau itu hanya ada di Jawa Timur. Foks

Berdasarkan data Forum Konservasi Gajah Indonesia, bahwa pada tahun 2014 dari 26 habitat gajah sumatera di pulau Sumatera, 13 diantaranya tidak lagi ditemukan populasi gajah dan diduga sudah punah.

Citra-citra satelit menujukkan hutan-hutan tropis dari Amazon sampai Filipina menyempit dengan laju jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, menurut tim peneliti hutan dari University of Marylan