Inventarisasi Burung Cagar Alam Janggangan Rogojampi II

Share

Kawasan konservasi Cagar Alam (CA) Janggangan Rogojampi II yang terletak di Desa Pakel Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi telah disahkan oleh SK Kementerian Kehutanan SK 1862/Menhut-VII/KUH/2014 pada tanggal 25 Maret 2014 dengan luas kawasan sebesar 2.5030 ha.


Kawasan ini didominasi oleh tegakan mahoni (Swietenia machrophylla) serta beberapa pohon seperti beringin (Ficus benjamina) dan Kapuk randu (Ceiba petandra). Pepohonan tersebut dimanfaatkan sebagai habitat satwa terutama satwa burung, karena beberapa jenis pohon tersebut menyediakan pakan dan sebagai tempat beraktivitas.
Inventarisasi jenis burung merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Tenaga Bakti Rimbawan untuk membantu melengkapi database jenis flora yang ada di dalam kawasan konservasi, yang nantinya akan digunakan untuk mendukung pengelolaan kawasan secara maksimal. Inventarisasi jenis burung secara berkala sangat diperlukan untuk mengetahui penambahan jenis atau bahkan penurunan jumlah jenis dikawasan konservasi.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penempatan titik hitung atau IPA (Indeces Ponctuele de’l Abondance) pada jalur (transect) serta metode daftar jenis MacKinnon. Pengamatan dilakukan selama beberapa kali ulangan, dengan tujuan untuk mendapatkan penambahan jenis di setiap ulangannya.

Dari serangkaian kegiatan inventarisasi jenis burung yang dilaksanakan didapatkan data sebagai berikut:

NO NAMA JENIS NAMA ILMIAH FAMILI
1 Cekakak Jawa Halcyon Cyanoventris Alcedinidae
2 Cekakak Sungai Todirhampus Chloris Alcedinidae
3 Cinenen Jawa Orthotomus sepium Sylviidae
4 Cucak Kutilang Pycnonotus aurigaster Pycnonotidae
5 Merbah Cerukcuk Pycnonotus goaivier Pycnonotidae
6 Walet Linchi Collacolia linchi Apodidae
7 Cipoh Kacat Aegithina tiphia Chloropsidae
8 Burung Madu Sriganti Nectarina jugularis Nectariniidae
9 Cabai Bunga Api Dicaeum igniferum Dicaeidae
10 Cinenen Pisang Orthotomus sutorius Sylviidae
11 Caladi Tilik Dendrocopos moluccensis Picidae
12 Ayam Hutan Hijau Gallus Varius Phasianidae
13 Bubut Alang-alang Centropus bengalensis Cuculidae
14 Bondol Jawa Lonchura leucogastroides Estrildidae
15 Elang Ular Bido Spilornis Cheela Accipitridae
16 Gemak Loreng Turnix suscicator Turnicidae
17 Wiwik Kelabu Cacomantis merulinus Cuculidae
18 Elang Alap Cina Accipiter soloensis Accipitridae

Jika didasarkan pada data penataan blok mengenai potensi fauna Cagar Alam Janggangan Rogojampi II yang di referensi dari laporan evaluasi fungsi tahun 2007 yang menyebutkan bahwa terdapat 6 jenis burung antara lain :

NO NAMA JENIS NAMA ILMIAH FAMILI
1 Sriti/Layang-layang api Hirundo rustica guturalis Hirundinidae
2 Prenjak Prinia familiaris Sylviidae
3 Tekukur biasa Streptopelia chinensis Columbidae
4 Cucak Kutilang Pycnonotus aurigaster Pycnonotidae
5 Trocokan/ Merbah Cerukcuk Pycnonotus goaivier Pycnonotidae
6 Kacamata Biasa Zosterops palpebrosus Zosteropidae

Dari data tersebut dapat diketahui bahwa terdapat penambahan jumlah jenis burung pada kawasan ini. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi ekosistem di Cagar Alam Janggangan Rogojampi II saat ini semakin membaik.

Diantara jenis-jenis burung diatas terdapat satu jenis burung yang merupakan jenis endemik jawa dan Bali, yaitu Cekakak jawa (Halcyon Cyanoventris). Jenis ini lebih menyukai daerah pinggiran sungai. Sering kali dijumpai di habitat terbuka seperti pekarangan, tegakan. Meskipun jenis ini jumlahnya sedikit yang ditemui saat pengamatan, namun jenis ini sering mengunjungi kawasan CA. Janggangan Rogojampi II, memanfaatkan pepohonan untuk berjemur dan mencari makan.

Cekakak jawa (Halcyon Cyanoventris) memiliki ciri-ciri kepala coklat tua, tenggorokan dan kerah coklat, perut dan punggung biru ungu, penutup sayap hitam, bulu terbang biru terang, kaki dan paruh berwarna merah. Jenis burung ini merupakan jenis satwa yang dilindungi menurut Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999. Oleh karena itu perlu adanya perhatian baik dari segi habitatnya di kawasan CA Janggangan Rogojampi II maupun kemananan dari perburuan liar sehingga kelestariannya tetap terjaga. (Dedy Setiawan / Tenaga Bakti Rimbawan)