Hari Bumi, Ficus Ditanam, Harapan Ditumbuhkan
Tuban – Di tengah sunyi yang menyelimuti kawasan sumber mata air Lanjar, Desa Maibit, langkah-langkah kecil menanam harapan dimulai. Sabtu, 25 April 2026, peringatan Hari Bumi tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menjelma aksi nyata: menanam kehidupan, satu pohon ficus pada satu waktu.
Kegiatan ini diinisiasi oleh komunitas lokal, Masyarakat Ficus Tuban, yang menggandeng berbagai pihak lintas sektor. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Seksi KSDA Wilayah II Bojonegoro, bersama Cabang Dinas Kehutanan Bojonegoro, BPBD Kabupaten Tuban, PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), unsur TNI dari Koramil, Polsek Rengel, Pemerintah Desa Maibit, dan Bumdes setempat, hingga generasi muda dari Pramuka Saka Wanabakti.
Namun lebih dari sekadar kolaborasi kelembagaan, kegiatan ini menyentuh inti persoalan yang sering luput dari perhatian: keberlanjutan sumber air. Pohon ficus, yang dikenal memiliki sistem perakaran kuat dan kemampuan menyimpan air, dipilih bukan tanpa alasan. Ia adalah penjaga alami mata air, penopang ekosistem yang diam-diam bekerja menjaga keseimbangan.
Di lokasi yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar, setiap bibit ficus yang ditanam adalah bentuk investasi ekologis jangka panjang. Akar-akarnya kelak akan mengikat tanah, menjaga debit air, dan memastikan bahwa mata air tidak sekadar menjadi kenangan di masa depan.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa konservasi tidak bisa berjalan sendiri. Ia membutuhkan keterlibatan semua pihak—dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat akar rumput. Kolaborasi ini mencerminkan satu kesadaran bersama: bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab kolektif.
Hari Bumi di Desa Maibit akhirnya tidak berhenti pada seremoni tahunan. Ia hidup dalam tanah yang ditanami, dalam akar yang tumbuh perlahan, dan dalam harapan bahwa generasi mendatang masih dapat merasakan sejuknya air dari sumber yang tetap lestari.
Karena pada akhirnya, menjaga bumi tidak selalu tentang langkah besar, tetapi tentang keberanian untuk memulai, bahkan dari satu pohon.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun