48 Jam Yang Menentukan Nasib Seekor Elang Ular Bido

Kediri - Seekor Elang Ular Bido (Spilornis cheela) nyaris kehilangan kesempatan hidupnya. Selama dua hari burung pemangsa itu dilaporkan tidak mau makan, tubuhnya melemah, bahkan tidak lagi mampu berdiri tegak.
Namun rangkaian kepedulian masyarakat, respons cepat pemerintah daerah, dan tindakan penyelamatan Balai Besar KSDA Jawa Timur menjadi titik balik yang memberi satwa dilindungi tersebut kesempatan untuk pulih.
Perjalanan penyelamatan bermula pada Jumat, 24 Juli 2026, ketika masyarakat di Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, menemukan seekor Elang Ular Bido. Satwa tersebut kemudian diserahkan ke Pos Pemadam Kebakaran Ngoro sebelum diteruskan ke BPBD Kabupaten Jombang untuk mendapatkan penanganan awal sesuai prosedur, sambil menunggu koordinasi dengan Tim Matawali Seksi KSDA Wilayah I Kediri, Balai Besar KSDA Jawa Timur.
Setelah menerima informasi keberadaan satwa tersebut, pada Senin, 27 Juli 2026, Tim Matawali segera menuju Kantor BPBD Kabupaten Jombang. Tim melakukan koordinasi lintas instansi, identifikasi spesies, pemeriksaan kondisi fisik, serta melengkapi administrasi penyerahan sebelum mengevakuasi satwa ke kandang transit Seksi KSDA Wilayah I Kediri.
Harapan ternyata belum sepenuhnya berpihak. Sesampainya di kandang transit, kondisi Elang Ular Bido justru semakin mengkhawatirkan.
Burung pemangsa itu tampak sangat lemah, tidak mampu berdiri, dan berdasarkan informasi awal telah berhenti makan selama sekitar dua hari sehingga diduga mengalami dehidrasi. Melihat kondisi tersebut, Tim Matawali segera membawa satwa ke klinik hewan untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Hasil pemeriksaan dokter hewan menunjukkan bahwa satwa masih memiliki peluang untuk diselamatkan apabila memperoleh perawatan yang tepat. Selama dua hari menjalani terapi dan observasi, perkembangan positif mulai terlihat. Respons terhadap pakan meningkat, proses pencernaan kembali normal, dan kemampuan bergerak menunjukkan perbaikan yang signifikan.
Dengan mempertimbangkan hasil evaluasi medis, Elang Ular Bido kemudian dikembalikan ke kandang transit Seksi KSDA Wilayah I Kediri untuk melanjutkan masa pemulihan. Selanjutnya satwa akan terus dipantau hingga memenuhi kondisi kesehatan dan perilaku yang mendukung untuk menjalani tahapan konservasi berikutnya sesuai hasil evaluasi teknis.
Di alam, Elang Ular Bido memiliki peran penting sebagai predator yang membantu menjaga keseimbangan populasi berbagai jenis satwa, terutama reptil dan vertebrata kecil. Kehadirannya menjadi salah satu indikator bahwa rantai makanan di alam masih berjalan secara alami.
Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa konservasi tidak hanya berlangsung di dalam kawasan hutan. Kepedulian masyarakat yang memilih menyerahkan satwa kepada pihak berwenang, dukungan BPBD Kabupaten Jombang dalam penanganan awal, serta respons cepat Tim Matawali Balai Besar KSDA Jawa Timur menjadi rangkaian kolaborasi yang memungkinkan seekor satwa liar memperoleh kesempatan hidup kembali.
Di balik kisah seekor Elang Ular Bido, tersimpan pesan yang lebih besar, bahwa setiap penyelamatan satwa liar bukan semata menyelamatkan satu individu, melainkan menjaga mata rantai kehidupan yang menopang keseimbangan ekosistem. Ketika masyarakat dan pemerintah bergerak bersama, harapan bagi kelestarian keanekaragaman hayati selalu memiliki ruang untuk tumbuh.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!



