Pisah Sambut Pejabat Baru dan Lama Lingkup BBKSDA Jatim

Share

Rotasi pejabat eselon lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan merupakan hal yang rutin, dan sebagai rimbawan harus siap untuk ditugaskan di seluruh nusantara. Demikian disampaikan Dr. Nandang Prihadi, S.Hut., M.Sc. Kepalai Besar KSDA Jawa Timur dalam sambutannya pada acara Pisah Sambut dan Serah Terima Jabatan, Senin kemarin.

Kegiatan yang digelar di Hotel Swissbellin 26 Maret 2018 tersebut, dihadiri oleh segenap pejabat eselon III dan IV lingkup BBKSDA Jatim beserta staf. Juga undangan dari Unit Pelaksana Teknis Lingkup KLHK di Provinsi Jawa Timur dan Dinas Kehutanan Pronvisi Jawa Timur.

Adalah Ir. Gendreh Marawayan, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Kediri yang harus promosi menjadi Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional II pada Balai Besar Taman Nsional Bromo Tengger Semeru. Sebagai penggantinya, Dadang Sugianto, B.Sc.F., Analis Data yang promosi dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Selanjutnya Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Surabaya, Eko Setyo budi, SH. yang mutasi ke tempat tugas baru sebagai Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I pada Balai Taman Nasional Meru Betiri. Sebagai penggantinya, Dodit Ari Guntoro, S.Pi., M.P. yang sebelumnya menjabat sebagai Pengendali Ekosistem hutan Madya pada Taman Nasional Meru Betiri.

Sedangkan Jabatan Kepala Sub Bagian Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan yang sempat kosong beberapa waktu, diisi oleh Gatut Panggah Prasetyo, SP. M.Sc. Sebelumnya Gatut menjabat sebagai Pengendali Ekosistem Hutan Pertama di Balai Besar KSDA Jatim.

Acara ini juga menjadi momen pisah sambut antara Kepala Balai Besar yang lama, Dr. Ir. Ayu Dewi Utari, M.Si. dan Dr. Nandang Prihadi, S.Hut., M.Sc. sebagai Kepala Balai Besar yang Baru.

Ayu sangat senang dapat kembali ke Surabaya untuk berpamitan kepada segenap pejabat dan staf BBKSDA Jatim. Karena setelah pelantikan beberapa waktu yang lalu, belum sempat berpamitan karena harus segera bertugas di Jakarta.

Ia juga mengucapkan selamat bertugas kepada pejabat yang masuk ke BKSDA, dan diharap dapat segera beradaptasi. Karena tentu suasana bekerja yang berbeda dengan di taman nasional.

Ayu sangat berkesan sekali selama menjabat Kepala Balai Besar KSDA Jatim, karena tugas yang sangat variatif dan begitu menantang. Seperti pengalaman membangun kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen yang sangat luar biasa dan begitu mendewasakan pengelola.

“Jujur, tanpa bantuan seluruh rekan-rekan semua, saya takkan mampu menjalankan tugas saya,” ujarnya. (*)