Type to search

Berita

Warga Tambaksari Serahkan Dua Kakatua Langka

Share

Di antara rapatnya rumah-rumah warga di Tambaksari, Surabaya, dua suara khas burung kakatua terdengar, nyaring, cerdas, dan seolah membawa pesan dari hutan-hutan timur Nusantara. Hari itu, suara itu tidak lagi sekadar menjadi penghuni sebuah kandang di sudut rumah, tetapi menjadi awal dari perjalanan baru, kembali menuju proses penanganan yang semestinya bagi satwa dilindungi.

Tim MATAWALI Seksi KSDA Wilayah III Surabaya bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penyerahan dua ekor kakatua langka. Dengan prosedur evakuasi yang mengutamakan keselamatan satwa dan petugas, kedua burung tersebut dievakuasi dalam kondisi sehat. Selanjutnya ditranslokasi menuju Kandang Transit Unit Penyelamatan Satwa BBKSDA Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, perawatan, dan rehabilitasi sesuai ketentuan.

Kegiatan penyelamatan satwa liar ini dilaksanakan pada Senin, 26 Januari 2026, berlokasi di Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya. Informasi awal diterima Tim Seksi KSDA Wilayah III Surabaya dari masyarakat yang melaporkan rencana penyerahan satwa liar jenis burung kakatua.

Warga yang menyerahkan satwa tersebut adalah Tjahjono, yang menyampaikan bahwa satwa telah dipelihara kurang lebih selama dua tahun. Dalam konteks konservasi, momen penyerahan semacam ini menjadi titik penting, ketika warga memilih jalur yang benar, menghentikan pemeliharaan satwa dilindungi tanpa izin dan menyerahkannya untuk ditangani oleh instansi berwenang.

Hasil pemeriksaan dan identifikasi awal menunjukkan bahwa satwa yang diserahkan terdiri dari dua individu kakatua dengan status perlindungan tinggi, seekor Kakatua Maluku jantan (Cacatua moluccensis) dan seekor Kakatua Tanimbar betina (Cacatua goffiniana). Keduanya termasuk satwa yang peredarannya diawasi ketat secara internasional melalui CITES Appendix I, kategori yang menunjukkan tingkat perlindungan paling tinggi karena rentan terhadap ancaman eksploitasi dan penurunan populasi di alam.

Di lokasi, tim melakukan tindakan penanganan secara bertahap. Prioritasnya jelas, memastikan satwa aman, nyaman, dan stabil sebelum dipindahkan.

Dalam kerja-kerja penyelamatan, hal kecil seperti pemilihan kandang angkut, cara menutup kandang, hingga menjaga lingkungan tetap tenang dapat menentukan kondisi psikologis satwa. Bagi burung-burung cerdas seperti kakatua, perubahan ruang dan suasana yang mendadak bisa memicu stres, sehingga standar evakuasi menjadi langkah mutlak yang tidak boleh diabaikan.

Setelah tiba di Kandang Transit Unit Penyelamatan Satwa BBKSDA Jawa Timur, kedua kakatua akan memasuki fase penanganan lanjutan. Fasilitas transit berperan sebagai tempat pemulihan sementar, ruang aman sebelum satwa ditentukan langkah rehabilitasi berikutnya sesuai prosedur.

Tahapan ini penting karena satwa yang lama berada di lingkungan manusia memerlukan evaluasi kondisi kesehatan dan perilaku. Penanganan medis dan perawatan juga menjadi bagian dari upaya memastikan satwa benar-benar siap menjalani proses rehabilitasi.

Peristiwa di Tambaksari menjadi contoh nyata bahwa konservasi tidak selalu hadir dalam bentuk patroli di hutan. Terkadang, konservasi justru lahir dari keputusan sederhana di ruang keluarga, menyerahkan satwa dilindungi agar kembali ditangani oleh pihak yang berwenang.

Tim MATAWALI Seksi KSDA Wilayah III Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus melakukan respon cepat dalam kegiatan penyelamatan satwa liar. Sekaligus mendorong edukasi publik agar masyarakat memahami bahwa satwa liar dilindungi tidak semestinya dipelihara, diperdagangkan, atau dipindahkan tanpa prosedur yang benar.

Karena pada akhirnya, satwa liar bukan sekadar milik seseorang, melainkan bagian dari ekosistem yang keberadaannya menjaga keseimbangan alam. Dan ketika masyarakat ikut mengambil peran, peluang satwa untuk kembali menjalani hidup sesuai kodratnya pun semakin besar.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda BBKSDA Jatim
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik

Tags:

You Might also Like