Berita

Terluka, Serak Jawa Dievakuasi Tim Matawali di Ngawi

Seekor burung Serak Jawa (Tyto alba) ditemukan dalam kondisi terluka di sekitar asrama mahasiswi Universitas Darussalam Gontor Ngawi, Selasa malam, 17 Februari 2026. Satwa tersebut kemudian dievakuasi oleh Tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) 04 Madiun – Balai Besar KSDA Jawa Timur pada Rabu pagi, 18 Februari 2026.

Laporan awal diterima dari Mahdia Rapita, seorang mahasiswi yang menemukan burung itu dalam keadaan hidup namun mengalami luka pada salah satu sayap. Informasi tersebut diteruskan kepada petugas Bidang KSDA Wilayah I Madiun, yang kemudian menurunkan tim ke lokasi.

Hasil identifikasi memastikan burung tersebut merupakan Serak Jawa, spesies burung pemangsa nokturnal yang umum dijumpai di kawasan pertanian dan permukiman. Satwa ini dikenal berperan penting dalam mengendalikan populasi tikus serta menjaga keseimbangan ekosistem.

Proses evakuasi dilakukan dengan prosedur penanganan satwa liar untuk menghindari stres tambahan. Setelah diamankan, burung dibawa ke kandang transit Kantor Bidang KSDA Wilayah I Madiun untuk observasi dan penanganan lebih lanjut.

Dalam kesempatan yang sama, tim menyampaikan sosialisasi singkat kepada warga sekitar mengenai pentingnya menjaga satwa liar dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keberadaan mereka. Petugas menegaskan bahwa pelaporan cepat dari masyarakat sangat membantu upaya penyelamatan dan rehabilitasi satwa.

Hingga saat ini, Serak Jawa tersebut masih dalam tahap perawatan dan pemantauan kondisi fisik. Balai Besar KSDA Jawa Timur mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan satwa liar yang terluka atau berada di luar habitat alaminya.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda BBKSDA Jatim
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun