Sidoarjo, 10 November 2025. Di Jawa Timur, di mana gugusan pegunungan menorehkan garis biru di cakrawala dan pulau-pulau kecil di utara memanggil angin yang membawa kisah lama. Ada perjuangan yang nyaris tidak pernah tercatat.
Hujan turun perlahan di lereng Gunung Wilis. Tetes-tetes air menimpa daun pasang yang lebar, jatuh berderai di tanah basah, menimbulkan aroma khas humus hutan yang begitu kuat.
Empat hari setelah hujan terakhir membasahi Pulau Bawean, langit akhirnya cerah. Di antara pepohonan yang masih basah oleh embun, udara terasa segar dan tenang.
Balai Besar KSDA Jawa Timur melalui Resort Konservasi Wilayah (RKW) 06, Seksi KSDA Wilayah II Bojonegoro, kembali melaksanakan kegiatan Patroli Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di dua kawasan konservasi penting, Cagar Alam ...
Bawean, 21 Oktober 2025. Di tengah kelembaban hutan Pulau Bawean, saat embun pagi masih bergelayut di ujung daun paku-pakuan, sepasang makhluk lembut muncul dari gelap tanah. Dari sela-sela serasah daun dan akar-akar halus, tubuh putih ...