Saat Liburan, 185 Petugas BBKSDA Jawa Timur Tetap Jaga Alam
Sidoarjo – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur memastikan bahwa pelaksanaan tugas konservasi tetap berjalan optimal selama masa libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Karena, sebanyak 185 personel BBKSDA Jawa Timur ditugaskan untuk tetap melaksanakan tugas kedinasan pada periode 16–25 Maret 2026 dengan skema kerja fleksibel, yaitu Work From Office (WFO) dan Work From Anywhere (WFA).
Kepala BBKSDA Jawa Timur, Nur Patria Kurniawan, menyampaikan bahwa momentum libur panjang justru menjadi periode krusial dalam upaya perlindungan kawasan konservasi.
“Aktivitas masyarakat di alam meningkat selama libur, sehingga potensi gangguan terhadap ekosistem dan satwa liar juga ikut meningkat. Oleh karena itu, kami memastikan seluruh fungsi pengawasan dan perlindungan tetap berjalan tanpa jeda,” ujarnya.
Penugasan ini melibatkan berbagai unsur teknis, antara lain Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), Polisi Kehutanan (Polhut), Penyuluh Kehutanan, serta tenaga teknis lainnya yang tersebar di seluruh wilayah kerja BBKSDA Jawa Timur. Selama periode tersebut, kegiatan yang dilaksanakan meliputi: Pengawasan kawasan konservasi, Monitoring peredaran tumbuhan dan satwa liar, Koordinasi pengamanan dan penanganan gangguan serta Pelayanan teknis konservasi kepada masyarakat.
BBKSDA Jawa Timur juga menerapkan sistem kerja adaptif melalui kombinasi WFO dan WFA guna menjaga efektivitas pelaksanaan tugas di tengah dinamika libur nasional.
“Skema kerja fleksibel ini merupakan strategi untuk memastikan keberlanjutan operasional tanpa mengurangi kualitas pengawasan di lapangan. Prinsipnya, alam tidak boleh ditinggalkan tanpa penjagaan,” tambah Kepala Balai.
BBKSDA Jawa Timur mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan selama beraktivitas di alam, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merusak ekosistem atau melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang konservasi.
“Konservasi adalah tanggung jawab bersama. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya,” pungkasnya.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto