Berita

PPDB SMK Kehutanan Hadir di Tapal Batas Konservasi

Sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMK Kehutanan Kadipaten digelar di wilayah penyangga Cagar Alam Manggis Gadungan, 12 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi tim SMK Kehutanan Kadipaten dan Seksi KSDA Wilayah (SKW) I Kediri – Balai Besar KSDA Jawa Timur.

Sosialisasi dilakukan di dua lokasi, SMP Negeri 2 Puncu dan Balai Dusun Manggis. Sasaran kegiatan adalah siswa sekolah menengah pertama yang memenuhi persyaratan fisik serta masyarakat desa penyangga kawasan konservasi, termasuk anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) dan pemegang izin Perhutanan Sosial.

PPDB SMK Kehutanan Kadipaten tahun ajaran 2026/2027 berlangsung sejak 6 Januari hingga 6 April 2026. Tahun ini, sekolah membuka jalur khusus bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi. Skema tersebut dimaksudkan untuk memberi akses lebih luas kepada kelompok yang selama ini berinteraksi langsung dengan kawasan hutan.

Di SMP Negeri 2 Puncu, kegiatan diikuti 40 siswa yang memenuhi kriteria tinggi badan, 160 sentimeter untuk putra dan 155 sentimeter untuk putri. Tim memaparkan sistem pendidikan, tahapan seleksi, serta prospek karier lulusan kehutanan. Di Balai Dusun Manggis, sosialisasi dihadiri warga desa penyangga Cagar Alam Manggis Gadungan dan anggota KTH binaan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Kerja Kediri, yang juga turut mendampingi kegiatan.

Selain pemaparan teknis, petugas SKW I Kediri berbagi pengalaman lapangan mengenai tugas pengelolaan kawasan konservasi, mulai dari patroli hingga pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar. Sesi ini dimaksudkan untuk memberi gambaran langsung tentang peran rimbawan di lapangan.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan resmi bit.ly/PendaftaranPPDBSMKHutKDP2026. Calon peserta diminta mengisi formulir secara online, mencetak bukti pendaftaran, dan mengirimkan berkas administrasi melalui pos atau jasa ekspedisi lain paling lambat 6 April 2026 sesuai cap pos.

Balai Besar KSDA Jawa Timur berharap sosialisasi ini meningkatkan pemahaman siswa, guru, dan masyarakat desa penyangga terhadap jalur khusus yang tersedia. Dengan skema tersebut, institusi konservasi berupaya mendorong lahirnya tenaga teknis kehutanan yang berasal dari lingkungan sosial-ekologis kawasan itu sendiri.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang membangun kapasitas sumber daya manusia di sekitar kawasan konservasi, pendekatan yang menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penyangga, tetapi juga calon pengelola dan penjaga ekosistem di masa depan.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda BBKSDA Jatim
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun