Berita

Mahasiswa Biologi Unesa Ikuti Smart Patrol di Cagar Alam Gunung Picis

Ponorogo – Resort Konservasi Wilayah (RKW) 05 Ponorogo, Seksi KSDA Wilayah II, melaksanakan kegiatan Smart Patrol pada 26–28 Februari 2026 di Blok Sangubanyu, Cagar Alam Gunung Picis. Patroli ini turut melibatkan mahasiswa magang dari Program Studi Biologi, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), sebagai bagian dari pembelajaran lapangan di kawasan konservasi.

Patroli dilakukan pada grid 39, 40, 41, 42, 43, 48, 49, 50, 54, dan 55. Tim berjalan menyusuri jalur yang telah ditetapkan sambil merekam koordinat dan temuan menggunakan aplikasi Avenza Map dan SMART Mobile. Pendekatan ini memastikan seluruh data lapangan terdokumentasi secara sistematis dan terintegrasi.

Selama kegiatan, tim menemukan lima pal batas, nomor 160, 161, 167, 171, dan 173, dalam kondisi baik dan tidak bergeser, meskipun sebagian angka mulai memudar. Tidak ditemukan indikasi gangguan kawasan seperti perambahan maupun aktivitas ilegal lainnya.

Mahasiswa Biologi Unesa terlibat langsung dalam identifikasi flora dan fauna di sepanjang jalur patroli. Sejumlah satwa tercatat, antara lain Keong Darat (Dyakia rumpii & Parmarion sp.), Takur Tohtor (Megalaima armillaris), Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaster), serta Landak Jawa (Hystrix javanica). Keberadaan spesies tersebut menjadi indikator bahwa habitat di kawasan masih mendukung kehidupan satwa liar.

Dari sisi vegetasi, tim mencatat dominasi Puspa (Schima wallichii), Morosowo (Engelhardtia spicata), dan Pasang (Lithocarpus elegans). Jenis lain seperti Riwono (Smilax zeylanica), Kemaduh (Dendrocnide stimulans), Cemara Gunung (Casuarina junghuhniana), Pinus (Pinus merkusii), Bambu (Bambusa sp.), serta Pandan Gunung (Pandanus sp.) menunjukkan karakteristik hutan pegunungan bawah yang relatif terjaga.

Hasil patroli menyimpulkan bahwa kondisi Cagar Alam Gunung Picis dalam keadaan aman. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang praktik bagi mahasiswa untuk memahami langsung mekanisme pengawasan kawasan konservasi, mulai dari pemetaan, pencatatan temuan, hingga analisis kondisi ekosistem secara faktual di lapangan.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda BBKSDA Jatim
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun