Type to search

Berita

Lagi, Tim Gabungan Berhasil Mengungkap Kasus Peredaran Satwa Dilindungi Undang-Undang di Kota Malang

Share

Tanggal 11 September 2020, Tim Gabungan yang terdiri dari Balai Besar KSDA Jawa Timur, Balai PPHLHK Wilayah Jabalnusra, Polsek Lowokwaru dan Profauna telah melakukan penangkapan terduga pengedar satwa-satwa dilindungi secara ilegal. Saat ditangkap, ditemukan satwa-satwa dilindungi di rumah terduga pengedar satwa liar ilegal. Keberhasilan operasi gabungan ini menunjukkan kolaborasi instansi penegakan hukum menjadi salah satu kunci keberhasilan pengungkapan kasus-kasus peredaran TSL illegal. Di satu sisi, masih adanya oknum-oknum yang mengedarkan satwa dilindungi secara illegal menunjukkan bahwa Jawa Timur masih menjadi hotspot peredaran satwa liar ilegal.

Kasus ini sendiri berawal dari adanya laporan dari masyarakat terkait perdagangan satwa liar dilindungi secara online di wilayah kota Malang tanggal 7 September 2020, Tim SKW VI Bidang KSDA Wilayah III BBKSDA Jatim melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) terkait informasi tersebut, dan setelah hasilnya A1, dilakukan koordinasi dengan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Jabalnusra, Kapolsek Lowokwaru Kota Malang dan Profauna Indonesia.

Hasil dari koordinasi tersebut, tanggal 11 September 2020 dilakukan Operasi Gabungan bersama Balai Besar KSDA Jawa Timur, Polsek Lowokwaru Kota Malang, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wil. Jawa Bali dan Nusa Tenggara dan Profauna Indonesia dengan lokasi target rumah terduga pelaku dengan alamat Perum Griya Shanta A 207 RT.002/RW.012 Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Dalam kegiatan operasi gabungan tersebut, tim berhasil menangkap 1 (satu) orang pelaku berinisial PHR dan mengamankan barang bukti berupa satwa liar dilindungi undang-undang dengan rincian:

  1. Binturong (Arctictis binturong) jumlah 1 ekor beserta sangkar warna hitam;
  2. Cendrawasih kuning kecil (Paradisaea minor) jumlah 2 ekor bersama sangkar warna putih;
  3. Kakatua koki (Cacatua galerita) jumlah 1 ekor beserta sangkar warna hitam;
  4. Kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea) jumlah 1 ekor kondisi bulu rontok beserta sangkar warna putih;
  5. Kasuari (Casuarius casuarius) jumlah 1 ekor masih anakan beserta sangkar warna putih;

Sebagai tindak lanjut, pelaku diamankan di kantor Polsek Lowokwaru Kota Malang, sedangkan barang bukti satwa liar dilindungi undang-undang tersebut sementara di titip rawat di kandang transit BBKSDA Jawa Timur. Saat ini kasus ditangani oleh penyidik Polsek Lowokwaru, Polresta Malang. Kita berharap pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas tindakannya mengedarkan satwa liar dilindungi secara ilegal. Kasus ini juga menjadi pelajaran bagi semua orang untuk tidak melakukan tindakan peredaran satwa secara ilegal.