Di Bawah Langit Parengan, Harapan Itu Ditanam
Di Petak 7B RPH Guwoterus, BKPH Mulyagung, KPH Parengan, ratusan bibit ditanam sebagai bagian dari “Gerakan Tanam Pohon” yang digagas oleh Perum Perhutani KPH Parengan (18/02/2026). Kegiatan ini mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, serta masyarakat dalam satu tujuan: memperkuat tutupan hijau sekaligus menopang ekonomi warga sekitar hutan.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Balai Besar KSDA Jawa Timur melalui Seksi KSDA Wilayah II Bojonegoro, bersama perwakilan Forkopimda Kabupaten Tuban, Koramil, Polres, Kejaksaan Negeri Tuban, Camat dan unsur Muspika Montong, Pramuka Saka Wana Bhakti, Pemerintah Desa Guwoterus, serta mitra swasta PT Tawun Gegunung Energi (PT TGE).
Dalam sambutannya, Administratur/KKPH Parengan menegaskan bahwa gerakan ini bukan hanya agenda seremoni belaka. Namun, juga bagian dari komitmen jangka panjang menjaga fungsi ekologis kawasan hutan produksi sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat melalui tanaman produktif.
Jenis bibit yang ditanam didominasi tanaman buah, termasuk alpukat, pilihan yang mencerminkan pendekatan restorasi berbasis manfaat ganda. Selain memperbaiki tutupan lahan dan kualitas tanah, tanaman buah diharapkan menjadi sumber ekonomi alternatif bagi masyarakat sekitar hutan.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pengelolaan hutan berkelanjutan: menjaga keseimbangan antara fungsi lindung, fungsi produksi, dan fungsi sosial. Di lanskap Parengan yang sebagian menghadapi tekanan degradasi lahan dan perubahan iklim mikro, kehadiran vegetasi produktif menjadi investasi ekologis jangka panjang.
Kehadiran Perum Perhutani, Balai Besar KSDA Jawa Timur, unsur Forkopimda, serta masyarakat menunjukkan bahwa konservasi hari ini tidak lagi berdiri sendiri. Ia tumbuh dalam kolaborasi.
Bagi BBKSDA Jawa Timur, partisipasi dalam gerakan ini menjadi bagian dari komitmen memperkuat jejaring pengelolaan lanskap di luar kawasan konservasi. Konservasi tidak hanya berbicara tentang perlindungan spesies, tetapi juga tentang membangun ketahanan ekosistem secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir.
Di bawah langit Parengan yang terik siang itu, tanah yang digali dan bibit yang ditegakkan menjadi simbol harapan. Harapan bahwa akar-akar muda ini kelak menahan air hujan lebih lama, menjaga kesuburan tanah, menyediakan buah bagi warga, serta menjadi penyangga kehidupan bagi satwa liar di sekitarnya.
Gerakan Tanam Pohon di KPH Parengan bukan akhir dari sebuah kegiatan, melainkan awal dari proses panjang merawat tumbuhnya pohon-pohon itu. Sebab dalam setiap lubang tanam, yang disemai bukan hanya bibit, melainkan masa depan lanskap Jawa Timur yang lebih hijau dan tangguh.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda BBKSDA Jatim
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun