Berita

Dari Banyuwangi, BBKSDA Jatim Ajak 720 Pelajar Menjadi Penjaga Bumi

Banyuwangi – Upaya menjaga kelestarian hutan, tumbuhan, satwa liar, dan lingkungan hidup tidak hanya dilakukan di dalam kawasan konservasi, tetapi juga melalui ruang-ruang pendidikan. Semangat itulah yang dibawa Balai Besar KSDA Jawa Timur saat menggelar kegiatan Visit to School / Rimbawan Mengajar di SMAN 1 Glagah Banyuwangi, Kamis, 12 Maret 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Muhammad Cheng Ho ini diikuti oleh sekitar 720 siswa kelas X dan XI, didampingi guru serta kepala sekolah. Selain menjadi sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari rangkaian Road to Hari Bakti Rimbawan 2026.

Tim pelaksana yang hadir berasal dari Seksi KSDA Wilayah VI antara lain Ainy Amelya – Penyuluh Kehutanan, Mohammad Sukron – Pengendali Ekosistem Hutan, serta Nurul Huda Sani dan Pindi Priyambudi selaku Polisi Kehutanan.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi bertema “Peran Generasi Muda Sebagai Khalifah di Bumi untuk Masa Depan” dan “Pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa Liar di Indonesia menurut Agama Islam.” Materi ini disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan pelajar, terutama dalam suasana Pondok Ramadan, sehingga pesan konservasi dapat diterima tidak hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai nilai moral.

Para siswa diajak memahami bahwa menjaga bumi bukan sekadar tanggung jawab pemerintah atau petugas konservasi. Menjaga lingkungan hidup juga menjadi peran setiap individu, termasuk generasi muda, karena masa depan hutan, air, udara, serta keberlangsungan tumbuhan dan satwa liar akan sangat ditentukan oleh kepedulian manusia hari ini.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Selain paparan materi, siswa juga terlibat dalam sesi tanya jawab dan kuis menarik. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung.

Di akhir kegiatan, tim BBKSDA Jawa Timur menyerahkan kenang-kenangan kepada pihak sekolah sebagai tanda terima kasih atas kerja sama dan partisipasi dalam pelaksanaan Visit to School. Pihak SMAN 1 Glagah Banyuwangi pun menyambut baik kegiatan ini. Dalam waktu dekat, sekolah berencana kembali melibatkan BBKSDA Jawa Timur dalam kegiatan kepecintaalaman di lingkungan sekolah.

Secara terpisah, Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember, Purwantono, S.Hut., M.P., mengatakan bahwa edukasi kepada generasi muda merupakan bagian penting dalam upaya konservasi jangka panjang.

“Konservasi tidak cukup hanya dilakukan di lapangan melalui patroli, pengamanan kawasan, atau penyelamatan satwa liar. Konservasi juga harus dibangun melalui pendidikan dan penanaman kesadaran sejak dini. Karena itu, kami memandang generasi muda sebagai bagian penting dari masa depan pelestarian keanekaragaman hayati,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan Rimbawan Mengajar menjadi salah satu cara untuk mendekatkan isu konservasi kepada pelajar melalui bahasa yang mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak para pelajar memahami bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan alam. Ketika kesadaran itu tumbuh sejak bangku sekolah, maka harapan terhadap masa depan hutan, tumbuhan, satwa liar, dan lingkungan hidup juga akan semakin kuat,” kata Purwantono.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari Road to Hari Bakti Rimbawan 2026 juga menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pengabdian rimbawan tidak hanya hadir di hutan dan kawasan konservasi, tetapi juga di tengah masyarakat melalui edukasi dan pembentukan karakter peduli lingkungan.

Kegiatan di SMAN 1 Glagah Banyuwangi ini menunjukkan bahwa konservasi dapat ditanamkan dari ruang-ruang yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Dari sekolah, dari forum keagamaan, dan dari dialog yang sederhana namun bermakna, kesadaran menjaga alam mulai tumbuh.

Sebab pada akhirnya, menjaga hutan, tumbuhan, satwa liar, dan lingkungan hidup bukan hanya tentang melindungi alam hari ini, tetapi juga tentang memastikan bahwa generasi mendatang masih memiliki bumi yang layak untuk dihuni.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda BBKSDA Jatim
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah III Jember