
Prakiraan Musim Kemarau 2017 di Indonesia
Wilayah Indonesia berada pada posisi strategis, terletak di daerah tropis, diantara Benua Asia dan Australia, diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta dilalui garis katulistiwa, terdiri d
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #bksda(912 artikel ditemukan)

Wilayah Indonesia berada pada posisi strategis, terletak di daerah tropis, diantara Benua Asia dan Australia, diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta dilalui garis katulistiwa, terdiri d

[caption id="attachment_3738" align="aligncenter" width="2560"] foto Dedi Setiawan[/caption] Cucak gunung (Pycnonotus bimaculatus) yang masuk dalam famili Pycnonotidae seringkali dijumpai di daerah pe

[caption id="attachment_3732" align="aligncenter" width="569"] Mandar gendang yang tergabung dalam suku Ralidae ini, di Indonesia hanya ada 32 jenis. Burung ini dijuluki burung misterius karena sulit

Ir. Bambang Dahono Aji, MM., M.Si., Direktur Konservasi Keanekargaman Hayati (KKH) membuka sosialisasi Progres Penataan Peredaran / Perdagangan Sonokeling (Dalbergia spp) Pasca Masuk Dalam Daftar App

Rapat evaluasi di awal tahun ini dihadiri oleh seluruh pejabat eselon II hingga IV lingkup Balai Besar KSDA Jawa Timur. Selain itu kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat juga dihadiri oleh seluruh

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berhasil menyelamatkan sejumlah jenis tanaman bambu yang hampir punah. "Sa

Kawasan konservasi Cagar Alam (CA) Janggangan Rogojampi II yang terletak di Desa Pakel Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi telah disahkan oleh SK Kementerian Kehutanan SK 1862/Menhut-VII/KUH/2014 pa

[caption id="attachment_3657" align="aligncenter" width="674"] penyerahan Merak Hijau (foto : agus irwanto)[/caption] Rabu, 25 Januari 2017, Balai Besar KSDA Jawa Timur menerima penyerahan satwa liar

Sekitar 60 persen spesies primata terancam punah, sebagian besar karena aktivitas manusia menurut satu studi. "Sekarang sungguh saat-saat terakhir bagi banyak makhluk ini," kata profesor antropologi