Tim Matawali Seksi KSDA Wilayah II Bojonegoro mengevakuasi 18 ekor ular sanca hasil penanganan konflik satwa liar yang sebelumnya diamankan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tuban. Evakuasi dilakukan pada 4 Februari 2026, sebagai bagian dari upaya mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah permukiman.
Satwa yang dievakuasi terdiri atas tiga ekor ular Sanca Bodo (Python bivittatus) dan 15 ekor ular Sanca Kembang (Malayopython reticulatus). Seluruhnya merupakan satwa liar yang ditemukan di sekitar lingkungan masyarakat dan telah ditangani lebih awal oleh Damkar Tuban guna mencegah risiko keselamatan bagi warga.
Proses evakuasi melibatkan Tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) 03 bersama Tim Unit Penyelamatan Satwa (UPS) Balai Besar KSDA Jawa Timur. Setelah dilakukan serah terima, satwa-satwa tersebut dibawa ke kandang transit UPS di Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, pemulihan kondisi, serta penanganan lanjutan sesuai standar kesejahteraan satwa liar.
Kemunculan ular di kawasan permukiman kerap dipicu oleh perubahan lanskap, keterbatasan ruang jelajah, serta menurunnya kualitas habitat alami. Dalam konteks ini, evakuasi tidak semata bertujuan mengamankan manusia, tetapi juga memastikan satwa terlindungi dari perlakuan yang berpotensi membahayakan kelangsungan hidupnya.
Balai Besar KSDA Jawa Timur menegaskan bahwa penanganan konflik satwa liar membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, aparat teknis, dan masyarakat. Pelibatan Damkar Tuban dalam tahap awal penanganan menjadi contoh penting respons cepat di lapangan sebelum satwa ditangani oleh otoritas konservasi.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan berisiko ketika berhadapan dengan satwa liar. Setiap kejadian konflik satwa dapat dilaporkan kepada instansi terkait agar penanganannya dilakukan secara aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan bersama, baik manusia maupun satwa liar sebagai bagian tak terpisahkan dari ekosistem.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda BBKSDA Jatim
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun