Di bawah naungan pepohonan hutan masyarakat di Blumbungan, Pamekasan, hutan tak lagi sekadar lanskap hijau. Ia berubah menjadi ruang belajar, tempat generasi muda mengenal ekosistem, memahami peran pohon, dan menanam benih kepedulian terhadap alam sejak dini.
Upaya menumbuhkan kecintaan terhadap hutan dan konservasi dilakukan melalui kegiatan Bina Cinta Alam yang dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, di hutan masyarakat milik Dalawi, Desa Blumbungan, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan konservasi di wilayah Seksi KSDA Wilayah IV.
Sebanyak 13 anggota MANPALA Naviri mengikuti kegiatan lapangan bertema “Mengenal dan Mencintai Hutan”. Materi disampaikan secara interaktif, menggabungkan pemahaman dasar kehutanan dengan praktik langsung di lapangan, sehingga peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga mengalami proses belajar yang kontekstual.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan klasifikasi hutan, manfaat hutan dan pohon bagi kehidupan, penyusun ekosistem hutan, hingga tingkatan hidup dan stratifikasi hutan. Peserta juga diajak melakukan praktik pengukuran diameter pohon, sebuah pengenalan awal terhadap metode sederhana dalam pemantauan sumber daya hutan.
Untuk menjaga antusiasme, kegiatan diselingi dengan berbagai permainan edukatif serta sesi tanya jawab yang mendorong komunikasi dua arah. Pendekatan ini membuat suasana belajar terasa lebih cair dan menyenangkan, sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap nilai-nilai konservasi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Sumenep serta pembina Sispala, sebagai bentuk kolaborasi lintas pihak dalam mendukung edukasi konservasi bagi generasi muda.
Melalui kegiatan lapangan seperti ini, konservasi tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi dirasakan sebagai pengalaman. Harapannya, kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin, mengingat materi kehutanan masih relatif minim diperoleh pelajar, terlebih jika disampaikan langsung oleh instansi kehutanan dan dilakukan di lapangan.
Dari hutan masyarakat di Pamekasan, benih-benih kesadaran itu mulai ditanam, bahwa mengenal hutan adalah langkah awal untuk menjaganya.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda BBKSDA Jatim
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik