Berita

Gigitan Monyet di Permukiman Berujung Evakuasi Tim Matawali

Gresik – Seekor Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) yang dipelihara warga Dusun Petal, Desa Domas, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, akhirnya dievakuasi oleh Tim Matawali Seksi KSDA Wilayah III Surabaya, 11 Maret 2026. Evakuasi dilakukan setelah satwa tersebut dilaporkan menunjukkan perilaku agresif dan sempat menggigit pemiliknya.

Peristiwa ini bermula dari laporan masyarakat yang masuk melalui Call Center Layanan Darurat 112 Kabupaten Gresik pada 9 Maret 2026. Warga melaporkan keberadaan satwa liar yang dipelihara di lingkungan permukiman dan dinilai berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat sekitar.

Berdasarkan hasil koordinasi awal dengan pelapor sekaligus pemilik satwa, diketahui bahwa monyet tersebut telah dipelihara selama kurang lebih empat tahun. Selama ini, satwa ditempatkan di kandang di lingkungan rumahnya.

Namun dalam beberapa waktu terakhir, perilaku satwa mulai berubah. Monyet tersebut dilaporkan beberapa kali keluar dari kandang dan menunjukkan perilaku agresif terhadap orang disekitarnya.

Dalam salah satu kejadian, satwa menggigit pemiliknya. Selain itu, satwa juga menunjukkan sikap defensif terhadap orang asing yang mendekat. Petugas menduga perubahan perilaku tersebut berkaitan dengan fase birahi (reproductive season) yang secara alami dapat meningkatkan agresivitas pada primata.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Tim MATAWALI Seksi KSDA Wilayah III Surabaya yang terdiri dari unsur Polisi Kehutanan dan tenaga teknis lapangan kemudian melakukan operasi penanganan langsung di lokasi pada 11 Maret 2026.

Untuk meminimalkan risiko selama proses penanganan, tim menerapkan metode immobilisasi menggunakan bius dengan dosis terukur. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan proses evakuasi berlangsung aman tanpa menimbulkan cedera bagi satwa maupun petugas.

Setelah berhasil dikendalikan, satwa kemudian diamankan dan dibawa menuju Unit Penyelamatan Satwa (UPS) Balai Besar KSDA Jawa Timur untuk menjalani observasi kesehatan serta pemulihan pasca evakuasi.

Secara ilmiah, Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) merupakan primata yang tersebar luas di Asia Tenggara dan berstatus Least Concern menurut IUCN serta tercantum dalam Appendix II CITES, yang berarti perdagangannya diatur secara internasional. Meski tidak termasuk satwa dilindungi di Indonesia, keberadaan satwa liar di lingkungan permukiman tetap berpotensi menimbulkan konflik antara manusia dan satwa.

Balai Besar KSDA Jawa Timur menilai bahwa kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat mengenai risiko memelihara satwa liar di luar habitat alaminya. Satwa liar tetap memiliki naluri alami yang sewaktu-waktu dapat muncul, terutama ketika memasuki fase biologis tertentu.

Melalui penanganan ini, BBKSDA Jawa Timur juga mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, layanan kedaruratan masyarakat, serta otoritas konservasi untuk merespons cepat laporan masyarakat terkait kejadian satwa liar di wilayah permukiman.

Satwa liar tidak pernah benar-benar kehilangan nalurinya. Ketika manusia terlalu dekat dengan ruang hidup mereka, konflik sering kali menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji, PEH Ahli Muda BBKSDA Jatim & Hartono, Polisi Kehutanan Mahir
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik