Memburu Jejak Paok Pancawarna di Hutan Kota Trenggalek
Trenggalek – Sebuah kamera kecil dipasang di antara pepohonan rindang Hutan Kota Trenggalek pada 9 Maret 2026. Perangkat itu bukan sekadar alat dokumentasi. Kamera jebak tersebut diharapkan menjadi “mata diam” yang dapat merekam kehidupan satwa liar yang selama ini jarang terlihat manusia.
Pemasangan kamera dilakukan oleh petugas Resort Konservasi Wilayah (RKW) 02 Blitar, Ardiansyah, bersama pengelola Hutan Kota Trenggalek. Kamera dipasang di jalur yang diduga menjadi lintasan satwa liar serta lokasi burung mencari pakan.
Tujuan utamanya untuk memperoleh bukti visual keberadaan satwa liar yang memanfaatkan kawasan tersebut, baik dari kelompok burung maupun mamalia kecil. Data visual tersebut penting untuk memperkuat informasi mengenai keanekaragaman hayati yang hidup di kawasan hutan kota.
Salah satu spesies yang menjadi perhatian dalam pemantauan ini adalah Paok Pancawarna. Burung lantai hutan yang dikenal memiliki warna bulu mencolok ini beberapa kali dilaporkan terlihat di kawasan Hutan Kota Trenggalek. Namun, dokumentasi visual yang jelas masih terbatas.
Karena itu, kamera jebak dipasang pada titik yang diperkirakan sering dilalui satwa. Perangkat ini akan bekerja secara otomatis merekam setiap pergerakan yang melintas di depannya. Tim akan memantau kamera secara berkala untuk memastikan alat tetap berfungsi dan merekam aktivitas satwa di kawasan tersebut.
Bagi pengelola kawasan, rekaman kamera jebak bukan sekadar dokumentasi biasa. Data yang dihasilkan dapat menjadi dasar untuk memahami pola kehadiran satwa dan memastikan bahwa hutan kota tetap berfungsi sebagai ruang hidup bagi keanekaragaman hayati di tengah kawasan permukiman.
Jika kamera jebak berhasil merekam keberadaan satwa, termasuk Paok Pancawarna, temuan tersebut dapat menjadi bukti bahwa ruang hijau perkotaan masih memiliki peran penting sebagai habitat alami bagi berbagai jenis satwa liar. Di tengah tekanan pembangunan, hutan kota sering kali menjadi tempat terakhir bagi satwa untuk bertahan.
Melalui pemantauan ini, pengelola berharap dapat mengetahui lebih jauh jenis satwa apa saja yang memanfaatkan kawasan Hutan Kota Trenggalek serta memperkuat upaya perlindungan ekosistemnya di masa mendatang.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda BBKSDA Jatim
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun