Berita

Tiga Hari Terdengar Jeritan Misterius, Tim Matawali Ungkap Faktanya !

Pasuruan – Selama tiga hari berturut-turut, suara jeritan aneh terdengar dari pepohonan di sekitar rumah warga di Desa Pucangsari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Suara itu membuat resah pemilik rumah, Parwito. Ia sempat menduga seekor ular sedang memangsa ayam peliharaannya.

Faktanya, pada Kamis, 5 Maret 2026, Tim Matawali (Penyelamatan Satwa Liar) dari Resort Konservasi Wilayah (RKW) 16 Pasuruan mendapati sumber suara tersebut berasal dari seekor Kakatua Jambul Kuning yang terluka pada bagian sayap. Tim yang terdiri dari Alfikri Farhan, Penyuluh Kehutanan Pemula, dan Dayu Aditya, Polisi Kehutanan Pemula, segera melakukan evakuasi setelah menerima laporan masyarakat yang diteruskan melalui jaringan komunikasi konservasi setempat.

“Awalnya warga mengira suara tersebut berasal dari ular yang memangsa ayam. Setelah dicek, ternyata berasal dari seekor burung Kakatua yang terluka pada bagian sayapnya,” ungkap Alfikri.

Kakatua berwarna putih dengan jambul kuning itu ditemukan dalam kondisi lemah. Dari pemeriksaan awal, terdapat luka pada sayap yang diduga akibat tembakan. Pada bagian kaki satwa juga ditemukan gelang penanda, sehingga diduga kuat burung tersebut pernah dipelihara oleh masyarakat sebelum akhirnya terlepas.

Tim kemudian mengevakuasi burung tersebut untuk mendapatkan penanganan medis dan rehabilitasi lebih lanjut. Mengingat statusnya sebagai satwa dilindungi, penanganan harus dilakukan secara cepat dan hati-hati untuk meningkatkan peluang pemulihan.

Sanca Tiga Meter di Powerhouse
Pada hari yang sama, Tim Matawali juga menerima laporan lain dari petugas keamanan Powerhouse PT. Kanz Kapital mengenai kemunculan seekor ular besar di area selokan sekitar fasilitas tersebut. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.

Di saluran air, petugas menemukan seekor ular sanca kembang dengan panjang sekitar tiga meter. Satwa tersebut berada di dalam selokan yang berada tidak jauh dari aktivitas pekerja.

Proses evakuasi dilakukan dengan prosedur penanganan satwa liar yang aman. Setelah beberapa saat, tim berhasil mengamankan ular tersebut tanpa menimbulkan gangguan bagi pekerja maupun satwa. Ular kemudian diamankan untuk selanjutnya dilakukan assesment kondisi sebelum dipertimbangkan relokasi atau pelepasliaran ke habitat yang sesuai.

Dua kejadian ini menunjukkan pentingnya peran masyarakat dalam pelaporan satwa liar yang ditemukan di sekitar permukiman. Langkah cepat warga yang melapor memungkinkan tim penyelamatan melakukan penanganan sebelum kondisi satwa semakin memburuk atau menimbulkan konflik dengan manusia.

Selain itu, terkait dugaan luka tembak pada kakatua jambul kuning, penelusuran lebih lanjut masih dimungkinkan dilakukan untuk memastikan penyebab luka dan mencegah potensi pelanggaran terhadap perlindungan satwa liar. BBKSDA Jawa Timur juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai perlindungan satwa liar, termasuk prosedur pelaporan apabila menemukan satwa yang dilindungi atau terluka.

Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda BBKSDA Jatim
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah III Jember