61 Grid Disisir, Denyut Biodiversitas Yang Masih Bertahan Di Pulau Saobi
Sumenep – Cagar Alam Pulau Saobi, kehidupan liar masih berdenyut, pelan, tersembunyi, namun nyata. Cagar Alam ini kembali menunjukkan bahwa di tengah tekanan dan keterbatasan ruang, alam masih berupaya bertahan.
Selama 12 hari, mulai 4 hingga 15 Mei 2026, tim Seksi KSDA Wilayah IV Pamekasan bersama Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Madura Kepulauan melakukan penyisiran intensif melalui kegiatan Smart Patrol. Hasilnya, 61 grid pengamatan berhasil dijangkau, mencakup sekitar 51,72 Ha atau 12% dari total kawasan, sebuah upaya sistematis untuk membaca ulang kondisi ekologis pulau tersebut.
Dari patroli tersebut, tercatat 90 tanda keberadaan satwa liar. Di antara temuan paling penting adalah sarang aktif burung Gosong Kaki Merah, spesies yang dikenal dengan strategi reproduksi uniknya, mengandalkan panas alami tanah untuk menetaskan telur. Keberadaan sarang aktif ini menjadi indikator krusial bahwa proses regenerasi alami masih berlangsung, sekaligus penanda bahwa kualitas mikrohabitat di titik-titik tertentu masih terjaga.
Selain tanda tidak langsung, tim juga mencatat 11 perjumpaan satwa, termasuk reptil dan burung khas kawasan. Setiap perjumpaan menjadi fragmen kecil dari gambaran besar ekosistem yang masih bekerja, meski dalam tekanan.
Namun, di balik kabar baik tersebut, terselip catatan yang tak bisa diabaikan. Tim menemukan 5 indikasi aktivitas pembalakan, serta 16 pal batas kawasan dalam kondisi rusak berat. Fakta ini mengindikasikan adanya celah dalam perlindungan kawasan, sekaligus potensi gangguan terhadap integritas habitat jika tidak segera ditangani.
Di sisi lain, inventarisasi lapangan juga mengungkap 31 fitur alami yang memperkaya karakter ekologis Pulau Saobi. Upaya lanjutan berupa penandaan 188 pohon yang sebelumnya belum terdokumentasi menjadi bagian penting dalam memperkuat basis data vegetasi, sebagai fondasi pengelolaan kawasan yang lebih presisi.
Pendekatan konservasi yang dilakukan tidak berhenti pada aspek teknis. Tim turut melaksanakan sosialisasi kepada tokoh masyarakat dan perangkat Desa Saobi, membangun kesadaran bahwa keberlanjutan kawasan konservasi tidak dapat dilepaskan dari dukungan sosial di tingkat tapak.
Seluruh data hasil patroli telah terdokumentasi secara sistematis melalui aplikasi Smart Mobile, memastikan bahwa setiap jejak, setiap sarang, dan setiap ancaman tercatat sebagai bagian dari sistem informasi yang mendukung pengambilan kebijakan berbasis bukti.
Kepala Seksi KSDA Wilayah IV Pamekasan, Asep Hawim Sudrajat, menegaskan bahwa hasil patroli ini menjadi cerminan nyata kondisi kawasan yang harus segera direspon secara adaptif.
“Temuan sarang aktif burung gosong menunjukkan bahwa ekosistem Pulau Saobi masih memiliki daya dukung yang baik bagi satwa untuk berkembang biak. Namun di sisi lain, adanya indikasi pembalakan dan kerusakan pal batas menjadi peringatan serius bagi kita semua bahwa pengamanan kawasan harus diperkuat, baik dari sisi teknis maupun kolaborasi dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan patroli tidak hanya diukur dari luas cakupan atau jumlah temuan, tetapi dari bagaimana data tersebut ditransformasikan menjadi langkah nyata di lapangan.
“Smart Patrol bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi instrumen penting untuk memastikan setiap perubahan di dalam kawasan dapat terdeteksi lebih dini, sehingga tindakan pengelolaan bisa dilakukan secara cepat dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Pulau Saobi hari ini adalah potret tentang keseimbangan yang rapuh. Di satu sisi, kehidupan liar masih bertahan, ditandai oleh sarang-sarang aktif dan jejak satwa yang terus muncul. Namun di sisi lain, tekanan terhadap kawasan tetap nyata dan memerlukan respon cepat serta terukur.
Di tengah keterbatasan itu, satu hal menjadi jelas, bahwa selama denyut kehidupan masih ada, upaya perlindungan tidak boleh berhenti. Karena di pulau kecil seperti Saobi, setiap jejak kehidupan adalah alasan untuk terus menjaga.
Penulis : Fajar Dwi Nur Aji – PEH Ahli Muda
Editor : Agus Irwanto
Sumber : Bidang KSDA Wilayah II Gresik