Peringati Hari Cinta Puspa Dan Satwa, BBKSDA Jatim Lepasliarkan Rusa Timor

Dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasionan Tahun 2018, Balai Besar KSDA Jawa Timur melepasliarkan 4 ekor Rusa Timor (Cervus timorensis) di Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo, 5 November 2018. Ini menjadi pelepasliaran tahap kedua setelah tahap pertama dilakukan pada 20 Oktober yang lalu sebanyak 6 ekor.

Kesepuluh rusa merupakan hasil penangkaran KPH. Parengan dan Pertamina EP Asset 4 Cepu sebanyak 4 ekor, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur 2 ekor, serta 4 ekor hasil pengembangbiakan Taman Sengkaling Unmuh Malang. Sebelum dilakukan pelepasliaran, rusa-rusa tersebut telah menjalani cek kesehatan, masa rehabilitasi, dan habituasi di lokasi pelepasliaran.

Dalam sambutannya Kepala Balai Besar KSDA Jatim, Dr. Nandang Prihadi, S.Hut, M.Sc, mengatakan bahwa tujuan pelepasliarn ini untuk meningkatkan potensi konservasi jangka panjang dan mengembalikan fungsi ekologisnya. Selain itu, kegiatan ini menjadi promosi penyadartahuan kepada masyarakat bahwa satwa itu hidupnya di alam, dan mereka akan hidup bebas di habitatnya jika habitanya tetap terjaga dengan baik.

“Pelepasliaran Rusa Timor menjadi contoh keterlibatan multi pihak baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, civitas akademika, sektor swasta dan masyarakat dalam mendukung upaya pengawetan spesies satwa liar,” tambahnya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Ir. Dewi J Putriatni, M.Sc. meminta keberadaan Tahura R. Soerjo harus dijaga bersama. Menurutnya, fungsi dan manfaat Tahura sangat besar, tidak hanya sebagai sarana pendidikan dan penelitaian, juga wisata yang bersifat edukatif.

“Sebagai ikon tahura, pelepasliaran ini dapat menjadi informasi bahwa Tahura telah menjadi lokasi pelepasliaran rusa,” ujar wanita berkacamata ini.

Sebelum prosesi pelepasliaran, dilakukan terlebih dahulu penandatanganan Berita Acara Pelepasliaran oleh Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur bersama berbagai pemangku kebijakan yang hadir. Selanjutnya, pelaksanaan pelepasliaran dilanjutkan di lokasi habituasi yang berada di Coban Watu Teyeng.

Kepala BBKSDA Jatim bersama-sama Kepala Dinas Kehutan Provinsi, Kasdim Mojokerto, Kapolsek Pacet, dan Legal – Relation Manager PT. Petamina EP Asset 4 Cepu melakukan penarikan tali untuk membuka pintu kandang habituasi. Tak berapa lama 4 ekor Rusa Timor berlari keluar kandang dan masuk ke kawasan hutan Tahura.

Muhammad Ibnu Wardhana, Legal and Relation Manager PT. Petamina EP Asset 4 Cepu, mengatakan bahwa program keanekaragaman hayati yang digagas pertamina untuk mensupport program pengembangbiakan Rusa Timor di KPH Parengan. Juga untuk melestarikan satwa langka yang dilindungi, sehingga pengembangbiakannya menjadi lebih baik.

“Harapannya, anak cucu kita tetap dapat melihatnya dan ikut melestarikan rusa-rusa ini,” ujarnya.

(Agus Irwanto, Analis Data)

Leave a Reply