Peringati Hari Bumi, BBKSDA Jatim Tanami Desa Penyangga

Banyak cara untuk menyelamatkan bumi, salah satunya dengan menanam, atau menyelamatkan keberadaan satwa liar. Demikian disampaikan Dr. Nandang Prihadi, S.Hut., M.Sc., Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur, dalam sambutannya memperingati Hari Bumi di Randuwana – Kertosari, 25 April 2018.

Dengan mengusung tema End Plastic Pollution atau “Akhiri Polusi Plastik”, BBKSDA Jatim melaksanakan puncak Hari Bumi di Pendopo Randuwana Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Dalam kegiatan tersebut juga hadir undangan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Taman Nasional (TN) Bromo Tengger Semeru, BPDASHL, Balai Gakkum Jabalnusra, TN Alas Purwo, TN Meru Betiri, dan TN Baluran. Juga Muspika Purwosari serta masyarakat sekitar kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Baung.

Nandang juga mengajak undangan untuk meminimalkan sampah plastik dalam setiap kegiatan sehari-hari. Terutama saat melakukan aktifitas di lokasi wisata yang berbasis alam.

“Sebisa mungkin tidak membawa plastik ke lokasi, atau bawalah kembali sampah tersebut keluar dari tempat wisata alamnya,” ujar pria berkacamata ini.

Dalam kesempatan itu, Kepala Balai dan para undangan melakukan penanaman bibit buah-buahan di sekitar lokasi wisata milik Desa Kertosari tersebut. Adapun jenis tanamannya adalah Nangka, Sawo, Kemiri, Sukun, dan Sirsak. Diharapkan nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kertosari yang hidup di sekitar kawasan konservasi Gunung Baung.

Kepala Desa Kertosari, Waluyo Utomo, mengatakan bahwa masyarakat desanya sangat terbantu dengan keberadaan TWA. Gunung Baung. Utamanya dari pemenuhan kebutuhan air yang berasal dari dalam kawasan. Untuk itu, Waluyo memiliki niat untuk melakukan penghijauan di sekitar mata air. Hanya saja ia belum tahu jenis tumbuhan apa saja yang ada atau endemik di sekitar mata air.

Di sisi lain Waluyo berharap segera ada lagi pihak pengelola di taman wisata alam seperti dulu. Menurutnya, industri pariwisata penting bagi desa Kertosari saat ini. Ia mencontohkan mulai berkembangnya wisata – wisata seperti outbond, rafting dan kuliner di desanya.

“Semoga kedepan ada program terkait wisata dari BKSDA yang bisa bersinergi dengan kami di Desa Kertosari,” pungkasnya.

Di akhir acara, pihak BBKSDA Jatim memberikan bantuan berupa bibit buah-buah kepada masyarakat Desa Kertosari, yang secara simbolik diserahkan oleh Kepala Balai kepada Kepala Desa. (Agus Irwanto)

Leave a Reply