Penyegaran Kapasitas Untuk Mencetak Karya

“Haduh …. Bisa gempor nih, jalan bolak-balik terus,” celetuk Melina, salah seorang peserta yang bertindak selaku talen dalam pembuatan video. Pengambilan gambar memang perlu diambil berulang-ulang untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Pengambilan gambar video ini menjadi rangkaian dari penyegaran kapasitas jurnalistik promosi dan pemasaran konservasi alam.

Kegiatan penyegaran kapasitas kembali digelar oleh Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi setelah pada tahun 2011 hingga 2014. Dan tahun ini dilaksanakan pada tanggal 9 – 12 Oktober 2017 di Padjadjaran Suite Hotel, Jalan Padjajaran Bogor. Sedangkan untuk lokasi praktek di Gunung Bunder Bogor pada Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Narasumber dalam penyegaran ini berasal dari National Geographic Indonesia, profesional di bidang fotografi dan videografi, serta desain grafis. Mereka memberikan materi teknik menulis lanjutan, teknik fotografi lanjutan, pengenalan teknik dasar videografi, dan desain grafis.

Ada 25 orang peserta yang mengikuti kegiatan penyegaran kapasitas ini. Mereka berasal dari berbagai unit pelaksana teknis balai konservasi sumber daya alam dan balai taman nasional. Peserta yang diundang oleh pihak panitia dipilih berdasarkan keaktifan dalam bidang jurnalistik, fotografi, dan videografi. Karya-karya mereka aktif mendukung Buletin Konservasi Alam atau pernah dimuat pada media promosi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Inilah salah satu pelatihan yang sangat dinanti-nanti, karena untuk masuk daftar undangan, peserta harus sudah aktif dalam bidang jurnalistik, fotografi dan videografi. Selain mendatangkan narasumber yang sangat kompeten dibidangnya, pelatihan ini sedikit keluar dari pakem pelatihan yang ada di balai diklat.

Selama empat hari kegiatan penyegaran kapasitas ini, dijamin para peserta akan kekurangan tidur. Materi yang dibuat padat serta penyelesaian tugas yang sangat menyita waktu. Sebagai catatan, sebelum penyegaran dimulai, panitia mewajibkan peserta untuk mengirim karyanya berupa tulisan, foto, dan video.

Kegiatan praktek pengumpulan bahan dari ketiga materi dilakukan dalam satu waktu. Maka, bisa diperkirakan pada malam terakhir pelatihan, peserta akan berlomba dengan waktu dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Setiap peserta wajib menyetorkan sebuah karya tulis dan foto esai. Sedangkan untuk tugas berkelompok, mereka diminta  membuat sebuah karya photo story dan video promosi.

Diskusi menjadi sebuah kelebihan dari penyegaran kapasitas ini, dimanapun dan kapanpun. Saat makan, merokok di teras hotel, hingga di lorong-lorong kamar hotel. Meski sangat menyita waktu istirahat, jarang terdengar keluhan yang keluar dari mulut peserta.

Namun demikian, peserta berharap dikemudian hari penyegaran kapasitas untuk bidang videografi dapat diadakan secara terpisah. Karena memang kegiatan pengambilan bahan hingga proses pembuatan video sangat menyita waktu.

Tentu banyak harapan dari penyegaran kapasitas jurnalistik promosi dan pemasaran konservasi alam ini. Seperti lahirnya karya-karya yang bercerita tentang konservasi alam dalam bentuk tulisan, foto dan video. Sehingga cerita tentang hutan konservasi dapat lebih bergaung lagi gemanya.

Teks dan Foto
Agus Irwanto
agusirwanto@yahoo.com

 

Leave a Reply