Menjaga Rusa Bawean Dengan Mengedukasi Masyarakatnya

Tak kurang dari 90 siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah Maarif mengikuti penyuluhan mengenai keberadaan rusa bawean (Axis kuhlii) pada 16 Oktober 2017 yang lalu. Madrasah yang terletak di Desa Suwari Kecamatan Sangkapura – Pulau Bawean tersebut menjadi salah satu lokasi sosialisasi rusa bawean oleh tim dari Bidang Konservasi Wilayah II Gresik.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut diawali dengan pemutaran video dokumenter tentang satwa yang dilindungi. Selanjutnya penjelasan mengenai ciri-ciri rusa bawean serta perannya dalam ekosistem hutan di Bawean.

Tak lupa tim menyisipkan ancaman-ancaman yang ada terhadap keberlangsungan hidup rusa bawean di habitat aslinya. Seperti perburuan liar dan rusaknya habitat hutan di Bawean sebagai tempat tinggalnya.

Kegiatan ini termasuk dalam rangkaian kegiatan pelepasliaran rusa bawean yang akan dilakukan 5 November 2017. Sosialisasi terkait rusa ini menjadi penting karena manusia menjadi ancaman terbesar bagi satwa yang endemik Bawean tersebut.

Di Bawean, rusa jenis ini tak memiliki predator atau pemangsa alaminya. Untuk itu edukasi kepada masyarakat sangat diperlukan untuk tidak memburu rusa bawean dan merusak hutan sebagai tempat tinggalnya.

Teks dan Foto
Didik Sutrisno
Penyuluh Kehutanan Pada Seksi Konservasi Wilayah III Madura

Leave a Reply