Mahasiswa Unesa Akan Teliti Burung di Besowo

Cagar Alam Besowo Gadungan

Kehadiran burung bisa menjadi salah satu indikator baik tidaknya sebuah kawasan konservasi, sebab burung relatif mudah diidentifikasi dan peka terhadap perubahan lingkungan. Pun demikian bagi Besowo Gadungan, sebagai sebuah cagar alam yang berada di kaki Gunung Kelud, Kepung – Kediri, yang hingga kini belum memiliki data mumpuni mengenai keanekaragaman dan kelimpahan jenis burung.

Dengan dasar itulah Eka Yosida Wulandari, Mahasiswa Biologi Universitas Negeri Surabaya, hendak melakukan penelitian terkait keanekaragaman dan kelimpahan jenis burung di Besowo Gadungan. Kegiatan penelitian tersebut akan dilaksanakan pada pertengahan hingga akhir bulan Februari 2018.

Rencana penelitian tersebut ia presentasikan di Kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya alam Jawa Timur, pada 23 Januari 2018. Presentasi tersebut juga dihadiri oleh pejabat-pejabat fungsional, baik Pengendali Ekosistem Hutan dan Polisi Kehutanan, serta staf pada Bidang Teknis KSDA.

Sebanyak 5 lokasi telah Eka tentukan dalam penelitiannya, antara lain pada cagar alam, sekitar perkebuan kopi dan turi, hutan jati, serta area terbuka dekat lokasi wisata Bukit Kura-Kura. Lokasi-lokasi tersebut berada tidak jauh dari lokasi cagar alam.

Dasar penentuan lokasi-lokasi pengambilan datan ditentukan berdasarkan perbedaan tipe vegetasi dan perbedaan ketinggian. Menurut mahasiswa angkatan tahun 2014 tersebut, perbedaan tipe vegetasi dan ketinggian diperkirakan akan mempengaruhi jenis keanekaragaman dan kelimpahan burung.

Eka berharap, hasil penelitannya nanti dapat menambah kajian berupa literasi penelitian keanekaragaman dan kelimpahan burung di Cagar Alam Besowo Gadungan dan sekitarnya. Selain itu juga dapat menambah referensi bahwa pada lokasi tersebut ditemukan populasi burung yang dapat berpengaruh terhadap ekosistem lingkungan sekitarnya. ( Agus Irwanto, agusirwanto@yahoo.com )

Leave a Reply