Kabar Dari Masakambing

Foto Didik Sutrisno

28 September 2017 tiba kabar bahagia dari Pulau Masakambing, Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea abbotti) yang menjadi satwa endemik di pulau tersebut telah bertambah 1 ekor dan terbang dari sarangnya. Hal ini disampaikan oleh Usman Daeng selaku Masyarakat Mitra Polhut yang bertugas mengamatinya sehari-hari. Keadaan tersebut setelah dilihat secara langsung saat sang anak terbang meninggalkan sarang bersama induknya.

Tahun 2016 yang lalu jumlahnya 24 ekor, 23 ekor dalam kondisi sehat dan 1 ekor cacat. Untuk tahun 2017 jumlah kakatua belum dapat dipastikan karena belum dilakukan kegiatan monitoring jumlah di Masakambing.

Hingga saat ini tercatat ada 3 pohon sarang aktif yang berada di sekitar perkampungan masyarakat. Sedangkan di hutan Mangrove dimungkinan terdapat 3 sarang aktif namun semuanya belum dapat dipastikan dengan jelas karena petugas belum mampu sampai ke pohon sarang dikarekan lebatnya hutan mangrove.

Penebangan pohon kelapa yang menjadi pohon tidur oleh masyarakat menjadi ancaman yang serius bagi keberadaan burung ini, serta pohon sarang yang dalam kondisi lapuk dan rentan ambruk ketika terkena angin yang kencang.

Kakatua kecil jambul kuning telah menjadi salah satu satwa prioritas yang populasinya ditargetkan meningkat 10 % sampai dengan tahun 2019 dengan base line data tahun 2013 dengan jumlah 22 Ekor. Sehingga pada tahun 2019 jumlahnya mencapai 25 Ekor.

Seksi konservasi wilayah IV telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Sumenep terkait keberadaan dan kondisi kakatua kecil jambul kuning, hasilnya kegiatan konservasi kakatua kecil jambul kuning menjadi salah satu kegiatan prioritas pemerintah kabupaten Sumenep tahun 2018. Dengan kerjasama yang baik dari seluruh stakeholder diharapkan kelestarian si jambul kuning di Masakambing dapat tercapai. (Didik Sutrisno, Penyuluh Kehutanan pada Seksi Konservasi Wilayah IV di Pamekasan)

Leave a Reply