Dinilai Ganggu Perkembangbiakan Satwa, Pengamat Burung Tolak Konser Jazz di Kawasan Mangrove

sumber foto: ppid.dephut.go.id

sumber foto: ppid.dephut.go.id

Pengamat burung Wonorejo, Iwan Febrianto atau lebih dikenal dengan Iwan Londo menyayangkan acara Jazz Mangrove yang akan diadakan kawasan wonorejo. “Saya menolak acara itu, aneh seperti tidak ada tempat lain saja,” kata Iwan, senin (24/4/2017).

Hutan bakau wonorejo termasuk kawasan konservasi Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya). Iwan telah melakukan pengamatan burung di wonorejo tidak kurang dari 18 tahun lamanya.

Ia mengatakan, acara musik jazz atau pun musik lain yang mengundang kebisingan dapat menggangu satwa liar yang hidup di dalam hutan bakau Wonorejo. Koloni burung merupakan satwa yang paling terganggu dengan suara bising. Apalagi pada bulan Mei merupakan musim kawin burung.

Burung-burung migran akan kembali ke asal sedangkan burung yang menetap akan melakukan proses perkembangbiakan. “Saat musim kawin ada suara bising akan mengganggu perkembangbiakan mereka,” kata Iwan.

Acara musik Jazz Mangrove Surabaya (JMAGS) merupakan kaloborasi dengan banyak pihak seperti Universitas Muhamadiyah Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya, komunitas jazz, dan komunitas lain-lain.

Rencananya acara di gelar di dua lokasi yakni Parkir wisata Ekologi Mangrove Wonorejo dan kampus UMS pada bulan Mei mendatang.

Sumber : jatim.tribunnews.com

Leave a Reply