Ayu Cek Kesiapan Kawah Ijen Menjadi Model Percontohan

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur, Dr. Ir. Ayu Dewi Utari, M.Si melakukan kunjungan kerja ke Resort Konservasi Wilayah 18 Kawah Ijen pada 24 Oktober 2017. Sebanyak 3 Orang petugas, 1 tenaga bakti rimbawan dan 6 orang tenaga kontrak hadir dalam pembinaa tersebut.

Ayu menekankan tentang pentingnya kejujuran dalam bekerja yang harus dimiliki oleh seluruh petugas Kawah Ijen. Hal tersebut cukup beralasan karena Taman Wisata Alam Kawah Ijen merupakan penyumbang terbesar Penerimaan Negara Bukan Pajak bagi BBKSDA Jatim. Ayu juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kinerja para petugas sehingga target jumlah kunjungan wisatawan dapat tercapai.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit Haribowo, Kepala Resort Kawah Ijen menjelaskan tentang alur penyetoran pajak serta pencatatannya sehingga laporan dari lapangan dapat tersedia realtime perhari sampai per tahun.

Sigit juga mengusulkan agar pencetakan karcis untuk tahun 2018 dicetak pada tahun 2017, hal ini untuk mencegah terjadinya kekurangan tiket. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, puncak kunjungan terjadi pada libur pergantian tahun dan selalu mengalami kekurangan tiket.

Model Percontohan
Hingga Agustus 2017, jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Kawah Ijen mencapai 16.913 orang dan 104.394 orang untuk wisatawan nusantara. Untuk meningkatkan pelayanan kepada pengunjung, pengelola melakukan pembangunan sarana dan prasarana yang terbagi dalam 2 tahap, 2017 dan 2018. Pembangunan tersebut menjadi rangkaian pemenuhan model percontohan yang partisipatif dalam pengelolaan Kawah Ijen.

Model Percontohan pengelolaan Kawah Ijen terbagi dalam beberapa kegiatan, pembangunan sarana dan prasarana, pengelolaan pengunjung, serta keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam pengelolaan Kawah Ijen. Hingga kini progres pelaksanaan model percontohan telah sampai tahap pembangunan sarana dan prasarana.

Tahap pertama dilakukan pembangunan kantor resort, tempat parkir, pagar depan, papan nama, loket dan pos pemeriksaan karcis, pos kesehatan, ruang interpretasi, bumi perkemahan, shelter, tandon air dan areal istirahat. Pembangunan sarana prasarana tersebut diharapkan dapat selesai pada akhir Desember 2017.

Untuk memastikan proses tersebut berjalan sesuai rencana, Ayu melakukan pengecekan terhadap pembangunan sarana dan prasarana di Kawah Ijen. Secara umum proses pembangunan telah sesuai perencanaan dan diharapkan dapat selesai sesuai jadwal.

Pelibatan masyarakat dan para pemangku kepentingan menjadi salah satu kegiatan model percontohan yang telah terlaksana. Masyarakat sekitar sudah berperan menjadi penyedia jasa pemandu, penyedia suvenir dan warung makan. Selain itu terdapat beberapa kerjasama dengan beberapa pihak, yakni Pemkab Banyuwangi, Djarum Foundatio,n dan PT. Candi Ngrimbi.

Teks dan Foto
Dhany Triadi, S.Hut, M.Si
PEH Muda pada Subag. Evalap, data dan Kehumasan
dhanztriad@gmail.com

Leave a Reply