Ayo Liburan Ke Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang

Hingga usai lebaran sudah kemana saja? Belum kemana-mana? Nah, mumpung liburan masih panjang, bagaimana kalau kita menepi ke sebuah tempat bernama Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang, atau lebih dikenal dengan nama Argopuro. Mari hilangkan penat sejenak dengan menikmati kesunyian Argopuro.

Argopuro itu nama salah satu puncak dari rangkaian Pegunungan Hyang. Puncak ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pendaki gunung. Jalur pendakian Gunung Argopuro merupakan salah satu jalur pendakian terpanjang di Indonesia dan terpanjang di pulau Jawa.

Jalur pendakian ini menawarkan berbagai atraksi menarik di dalamnya. Mulai dari pesona alam seperti hutan hujan, savana, hutan cemara, Danau Taman Hidup, peninggalan zaman kerajaan, dan peninggalan kolonial. Serta, perjumpaan dengan satwa ikonik seperti Merak yang tidak dapat dijumpai di gunung lain.

Argopuro dapat diakses dari dua Pintu, yaitu via Bermi di Kabupaten Probolinggo dan via Baderan di Kabupaten Situbondo. Pintu masuk Bermi dapat diakses melalui jalan Pantura Probolinggo – Situbondo, dari Pertigaan Pajarakan ke arah selatan dengan menggunakan Kendaraan roda dua atau roda empat. Dari Pos Perizinan di Desa Krucil, kegiatan pendakian dapat dimulai dari batas desa terakhir.

Sedangkan dari pintu masuk Baderan dapat diakses melalui jalur Pantura Probolinggo – Situbondo, lalu dari Terminal Besuki ke arah selatan. Pos Perizinan dapat diakses menggunakan roda dua dan roda empat, dan perjalanan dapat dilanjutkan dari Pos tersebut.

Untuk menyelesaikan Pendakian Argopuro dari Baderan – Puncak Argopuro – Bermi atau sebaliknya membutuhkan waktu 4-5 hari. Memang membutuhkan waktu yang cukup lama, maklum jalur ini menjadi jalur pendakian terpanjang di Jawa. Tapi jangan khawatir, semua akan terbayarkan dengan pengalaman dan kesan yang mendalam selama perjalanan. Bisa jadi setelah sampai rumah pasti kepikiran dan ingin kembali ke Argopuro lagi.

Jika belum ada waktu yang cukup, ada alternatif lain. Pendakian Argopuro Bermi – Puncak – Bermi. Pendakian ini hanya butuh waktu 3 hari, namun siapkan fisik dan mental yang kuat karena medan yang cukup menantang.

Masih terlalu lama? Tenang, masih ada yang lain. Kamping atau berkemah di Danau Taman Hidup saja, hanya butuh waktu 2 hari 1 malam untuk menikmati kesunyian, kesenyapan, dan mistisnya Danau Taman Hidup. Apalagi saat matahari terbit, itu saat terbaik di Taman Hidup.

Masih kurang pendek? Ya sudah, bolak-balik Bermi – Taman Hidup saja, hanya butuh waktu sehari, tapi berangkatnya pagi ya, karena perjalanan ke Danau Taman Hidup butuh waktu 4-5 Jam.

Jadi tunggu apalagi? Mumpung liburan masih lama, siapkan peralatan dan perbekalan, yuk berpetualang ke Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang. (Samsul Ma’arif, Bakti Rimbawan di Resort Konservasi Wilayah SM. Dataran Tinggi Yang).

Editor : Agus Irwanto

Leave a Reply